Kemajuan
sebuah bangsa dapat dilihat dari sejauhmana kualitas pendidikan yang ada
didalamnya, jika pendidiaknnya baik maka bangsa itup[un merupakan bangsa yang
baik karena diisi oleh orang-orang terdidik. Dimana pendidikan ini diharapkan
dapat mencetak generasi-generasi yang bertanggung jawab atas dirinya, orang
tuanya, keluarga besarnya serta yang lebih besar yaitu negaranya.
Adapun
bentuk tanggung jawab dari seseorang ialah menajga dan merawat bangsa ini dar
segala jenis kerusakan baik fisik maupun non fisik. Orang yang memiliki latar
belakang pendidikan yang baik ia juga akan senantiasa memikirkan bagaimana
caranya agar negara yang ditinggalinya tersebut berkembang dan maju mencapai
kejayaannya. Dengan itu untuk mencapai semua itu kualitas pendidikan harus
ditingkatkan dengan biaya terjangkau.
Akan
tetapi pada kenyataannya masih banyak sekali masyarakat yang tidak bisa
mengakses pendidikan secara utuh. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor
seperti faktor keluarga, ekonomi dan lingkungan itu sendiri. dan jumlah paling
besar dalam proses penghambatan pendidikan ini adalah faktor ekonomi dan
keluarga. Banyak golongan ekonomi bawah yang belum bisa mengakses pendidikan
selain itu faktor keluarga seperti adanya orang tua yang meninggal menyebabkan
mereka tidak bisa mengakses pendidikan dengan baik.
Yatim
dan dhuafa merupakan segelintir orang di
negeri ini yang jarang sekali mendapatkan layanan pendidikan dengan baik atau
berkualitas. hal itu dikarenakan untuk menggapai pendidikan yang berkualitas
dan baik harus memeiliki ketersediaan financial yang cukup banyak. Hal itu
bertolak belakang dengan keadaan ekonomi dan keluarga merereka sehingga ada
yang memilih untuk men jauh dari dunia pendidikan dan mereka hanya menjadikan
hal ini hanya sebagai angan-angan
semata.
Padahal
pada intinya setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak
dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi baik dia golongan ekonomi bawah maupun
ekonomi atas. Pada dasarnya siapapun bisa menikmati pendidikan yang
berkualitas, namun kenyataannya masih ada segelintir orang yang masih
susah untuk mendapatkan akses pendidikan, hal ini merupakan PR bersama dan
diselesaikan bersama-sama juga.
Sebagai
salah satu bentuk usaha untuk mengurangi jumlah orang yang mengalami kesulitan
dalam mengakses pendidikan maka bermunculanlah lembaga-lembaga sosial yang
berfokus pada pemberdayaan yatim dan dhuafa. Adapun salah satu program
pemberdayaan tersebut adalah program pendidikan dimana didalamnya terdapat
beasiswa pendidikan, pelatihan kesenian, IT, dan Bahasa asing.
Selain
itu lembaga-lembaga ini juga mengajarkan pendidikan agama kepada binaanya,
dimana pendidikan agama ini didalamnya ada pendidikan Al-Quran (Tahfidz) ataupun
materi-materi agama lainnya seperti fiqih, Akhlak, sirah, akidah dab lain
sebagainya. hal ini ditujukan agar susatu saat nanti seorang anak binaan yang
berada dalam lembaga tersebut dapat hidup mandiri berwawasan dan tetap
berpegang teguh kepada ajaran-ajaran agamanya.
Yayasanrahmatan Lilalamin merupakan salah satu lembaga sosial yang memiliki program
peduli pendidikan yatim dan dhuafa, dimana wujud dari program tersebut adalah
pengadaan beasiswa pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, serta
program-program pelatihan life skill seperti pendidikan agama, tahfidz quran,
pelatihan menari, Pelatihan IT, dan Bahasa inggris. Dimana program-program
tersebut ditujukan untuk seluruh yatim dan dhuafa binaan yayasan.
Selain
program pendidikan, yayasan rahmatan lil-alamin juga memiliki program ekonomi
kreatif yang bertujuan untuk membentuk kepribadian anak yatim dan dhuafa
binaannya yang mandiri dalam segala hal, sehingga tidak memiliki ketergantungan
terhadap orang lain serta kedepannya dapat menjadi orang yang membantu
saudaranya juga dengan segala ilmu dan keterampilan yang dimilikinya.

